top of page

Menyambut Kelahiran Anak: Apa Persiapan Mental yang Diperlukan?

  • Writer: Felita Oktaviani
    Felita Oktaviani
  • 7 days ago
  • 2 min read

Expecting couple

Dalam menyambut kelahiran anak, tentu terdapat berbagai persiapan yang diperlukan. Orang tua perlu mulai memilih tempat persalinan, mempersiapkan perlengkapan bayi, menyediakan dana, dan berbagai persiapan lainnya. Di samping segala persiapan yang perlu dilakukan, jangan sampai orang tua melupakan persiapan yang tidak kalah pentingnya, yaitu persiapan mental.  


Menyambut kelahiran anak merupakan momen yang penuh kebahagiaan, namun juga dapat menimbulkan rasa cemas.  Persiapan mental yang dilakukan oleh orang tua dapat membantu untuk menghadapi berbagai perubahan dan tantangan yang timbul.

 

1. Mengidentifikasi dan Mengelola Kecemasan

Kecemasan merupakan perasaan yang wajar dialami oleh calon orang tua, terlebih jika baru pertama kali akan menjadi orang tua. Terdapat banyak sumber kecemasan yang dapat timbul, seperti cemas mengenai cara merawat bayi, cemas apakah dapat menjadi orang tua yang baik, cemas akan dampak dari perubahan besar yang terjadi, dan sebagainya. Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengelola kecemasan.

  • Mencari informasi yang tepat

    Saat hendak menjadi orang tua, mungkin terdapat ketidaktahuan akan hal-hal baru yang belum dipahami. Tidak jarang juga terdapat informasi yang sudah kurang relevan ataupun kurang sesuai dengan perkembangan pengetahuan dan zaman. Dengan demikian, penting untuk mencari informasi yang akurat melalui sumber yang dapat dipercaya, seperti dokter, bidan, psikolog, dan sebagainya.

  • Berdiskusi dengan pasangan

    Dalam menghadapi perubahan besar sebagai orang tua, pasangan juga perlu untuk saling berdiskusi. Komunikasi yang terbuka dapat membantu untuk mengurangi beban psikologis. Pasangan dapat saling mengungkapkan perasaan dan kekhawatirannya, serta saling mendengarkan dan mendukung. Dengan berdiskusi, calon orang tua juga dapat menemukan solusi bersama sesuai kesepakatan.

  • Melakukan relaksasi

    Relaksasi dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh. Ketika kecemasan mulai muncul, calon orang tua dapat melakukan relaksasi melalui berbagai aktivitas yang disukai. Misalnya, mendengarkan musik, membaca, atau yang paling sederhana adalah dengan melakukan latihan pernapasan. Latihan pernapasan dapat dilakukan dengan fokus menarik napas yang dalam, menahannya, serta membuang napas.

 

2. Mempersiapkan Diri untuk Perubahan Peran

Kelahiran anak membawa perubahan besar dalam kehidupan pribadi dan hubungan dengan pasangan. Peran baru sebagai orang tua dapat memengaruhi rutinitas, prioritas, dan bahkan identitas pribadi. Calon orang tua perlu menyadari bahwa perubahan ini tidaklah mudah dan akan membawa tantangan. Wajar jika orang tua akan mengalami kesulitan, ketidaknyamanan, atau konflik selama beradaptasi. Tidak ada orang tua yang sempurna, sehingga tentunya akan banyak belajar seiring berjalannya waktu. Calon orang tua juga dapat memiliki berbagai ekspektasi yang mungkin tidak sepenuhnya realistis. Banyak hal yang dapat terjadi tidak sesuai rencana atau standar ideal yang telah dibayangkan sebelumnya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengatur ekspektasi dengan bijak.

 

3. Membangun Dukungan Sosial

Memiliki dukungan sosial sangat penting selama masa kehamilan maupun pasca kelahiran. Dukungan dari pasangan, keluarga, dan teman-teman dapat membantu mengurangi tekanan psikologis dan memberikan rasa nyaman selama proses transisi menjadi orang tua. Pada pasangan, di samping pentingnya berkomunikasi secara terbuka, penting juga untuk memiliki waktu berkualitas bersama pasangan sebelum bayi lahir untuk memperkuat ikatan emosional dan membantu meningkatkan kesiapan untuk menghadapi perubahan yang akan datang. Pasangan juga dapat memberikan dukungan dalam bentuk apresiasi dalam menjalankan peran sebagai orang tua.

 

Pada kenyataannya, situasi yang akan dihadapi mungkin tidak sepenuhnya sesuai dengan apa yang diekspektasikan meskipun telah berusaha untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Oleh karena itu, jika mengalami tekanan, stres, ataupun kewalahan dalam mempersiapkan diri maupun nantinya saat menjalani peran baru sebagai orang tua, jangan ragu untuk meminta bantuan dari profesional ya! 😊

bottom of page